BAK PELEPAS TEKAN ATAU PIPA BERTEKANAN TINGGI ?

SUDAH familiar dengan istilah BPT atau Bak Pelepas Tekan kan? Nah, benarkah bahwa bak pelepas tekan itu wajib di pasang pada jalur pipa yang memiliki beda tinggi 200 meter (dan kelipatannya?). Bukankan hal tersebut justru akan membuang energi gravitasi yang muncul karena beda tinggi tersebut?

Semua berpulang pada kebutuhan dan kepentingan yang membangun.

Sebuah pipa memiliki tingkat ketahanan tertentu terhadap “tekanan” air yang berada di dalam pipa.sebagai contoh pipa PVC memiliki kode S.6,3 hingga S.16 yang berturut-turut menyatakan kelas pipa dengan daya tahan tinggi hingga rendah. (misal S.10 memiliki daya tahan hingga 12 kg/cm2, dan S.12 memiliki daya tahan hingga 10 kg/cm2). Semakin “kuat” pipa menahan tekanan, otomatis semakin tebal bentuk pipa tersebut, dan itu berarti harga pipa dengan diameter sama akan semakin mahal pula harganya.

Tekanan yang timbul dalam pipa adalah akibat fluida yang mengalir di dalamnya sepanjang pengalirannya. Tekanan ini bisa “dibagi” atau dikurangi dengan “melepaskan” air itu ke udara bebas, dalam hal ini dengan mengalirkannya terlebih dahulu pada sebuah Bak yang disebut Bak Pelepas Tekan (BPT),tekanan akan mulai dari “nol” lagi untuk kemudian melanjutkan perjalananannya di pipa

Nah, sekarang berbagai pertimbangan sudah dibeberkan, mau mengunakan pipa yang lebih murah dan itu berarti harus membangun BPT, atau menggunakan pipa dengan “kelas” yang lebih tinggi. Tentu saja dengan menggunakan BPT, sisa tekan yang selanjutnya akan mengalir pada jaringan pipa akan berkurang.

Pilihan diambil dengan mempertimbangkan aspek biaya yang muncul dan juga manfaatnya tentunya.***

Bookmark and Share
Subscribe

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*