KALAU dulu masih 3 R (baca disini) maka muncul R R yang lain, banyak versi tentang penambahan ini. 3 R yang sudah mendahululinya yaitu Reduce, Reuse, Recycle, tidak berubah posisi. Penambahan dua yang lainnya lah yang kemudian dimunculkan sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa versi dari 5 R yang ada di Indonesia adalah
1. Versi SANITASI, Selain 3 R yang lama (Reduce, Reuse, Recycle), ditambah 2 R lainnya yaitu Replace dan Rethink. Replace maksudnya adalah upaya mengganti barang-barang yang sekali pakai, dengan barang-barang yang bisa digunakan berkali-kali. Contohnya adalah mengganti sendok plastik sekali pakai, dengan sendok logam. Rethink adalah upaya untuk memikirkan kembali saat membeli barang, untuk membeli barang-barang yang tidak boros kemasan (karena kemasan akan langsung dibuang saat kita hendak menggunakan barang tersebut), serta ramah lingkungan.
2. Versi PENGELOLAAN AIR, penambahan 2 R nya yaitu Rechargable dan Recovery. Rechargable adalah upaya “mengisi” kembali kandungan air tanah dengan air hujan, salah satunya dengan upaya membuat sumur resapan. Recovery adalah upaya memulihkan kondisi tanah yang air nahanya telah tersedot dengan salah satu upayanya memfungsikan kembali tampungan-tampungan air dengan cara melestarikan situ-situ dan waduk yang ada.
Akan ada R-R yang lainnya, mungkin ada diantara kamu yang bisa menjelaskannya disini?***
SUSAHNYA memperoleh air di Ibukota Jakarta terutama bagi pelanggan besar seperti hotel, area wisata dan sejenisnya. Dahulu, mereka lebih memilih koneksi dari pihak PAM JAYA (sejak 1998 dikelola oleh mitra asing PALYJA dan AETRA). Sebagai ilustrasi tarif pada tahun 2001 untuk kelompok IVB (termasuk di dalamnya Hotel, dan PT Jaya Ancol) sebesar Rp 5200 per meter kubiknya. Saat ini sejak tahun 2007 harga tersebut sudah menjadi Rp 12.550 /m3.
PERNAHKAH kamu mengalami situasi berikut? Saat kamu sudah menyelesaikan desain perpipaan dari sebuah mata air di bukit, naik turun ke daerah pelayanan. Lalu saat konstruksi telah lulus ujicoba kebocoran dan pengaliran air. Namun beberapa saat kemudian air tidak bisa mengalir sama sekali ke daerah pelayanan. Tidak ada air yang bocor maupuan apapun, ada apa gerangan ?
Dalam bidang WATSAN juga bisa berlaku prinsip-prinsip kapitalisasi. Konsep sederhananya adalah jika ada kebutuhan (demand) yang tinggi, sementara penyediaan (supply) rendah, hal tersebut sudah bisa diindikasikan sebagai komoditi ekonomi.